Instrumen Musik Tradisional

Salah satu Industri gamelan (alat musik tradisional) di Surakarta terletak di Wirun, Mojolaban – Bekonang – Sukoharjo. Sekitar 5 km sebelah timur Surakarta. Selain memproduksi gamelan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, industri ini juga memproduksi gamelan untuk pasar internasional. Material gamelan adalah hal terpenting untuk memproduksi perangkat gamelan yang berkualitas, campuran material yang tepat akan menghasilkan suara yang indah dan jernih dari gamelan. Musik yang berasal dari gamelan merepresentasikan filosofi hidup masyarakat Jawa yang mengedepankan harmoni kehidupan dengan kehidupan spiritual, cara berbicara dan cara bersikap, toleransi yang baik dalam kehidupan. Satu set alat musik gamelan juga dikenal sebagai karawitan di masyarakat jawa. Musiknya membawa unsur nilai sejarah dan filosofi. Gamelan sering dipakai untuk mengiringi wayang kulit, yang seringkali terdiri dari kurang lebih 15 instrumen yang berbeda, kebanyakan terbuat dari tembaga. Dimana seruling, kendang, rebab, dan gambang di gamelan bukan termasuk instrumen yang terbuat dari tembaga. Proses Produksi Keahlian khusus sangat dibutuhkan untuk menempa bahan baku dalam pembuatan gamelan, yang nantinya akan mempengaruhi keseluruhan proses produksi. Dalam proses pembuatan gamelan, tingkat ketebalan yang presisi dari tembaga juga akan mempengaruhi kualitas suara. Selain mempergunakan alat-alat modern untuk mengontrol kualitas suara, produsen gamelan juga menggunakan sensifitas pendengaran agar menghasilkan harmoni yang indah jika digabungkan dengan instrumen yang lain. Sejarah Gamelan Gamelan ini mulai dikenal semenjak era kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan terbesar di sejarah Indonesia. Gamelan juga merupakan media bagi generasi muda untuk mengekpresikan diri melalui alat musik tradisional yang digabungkan dengan alat musik modern melalui berbagai cara, seperti dialog dan kolaborasi. Seni dari gamelan ini dapat dimengerti dari semangat dan kebersamaan, harmoni, kerjasama yang sangat baik seperti nilai dasar kultural Indonesia. #Surakarta.go.id