NEWS
Visitasi Akreditasi Program Studi Bina Wisata Akparta Surakarta
Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) selama 2 (dua) hari, Senin dan Selasa tanggal 1-2 Juli 2014 melakukan visitasi akreditasi Program Studi Bina Wisata (D3) Akademi Pariwisata Widya Nusantara Surakarta (AKPARTA SURAKARTA). Acara yang dibuka oleh Direktur Akparta Surakarta, Ibu Astrid Widayani, SS., SE., MBA dihadiri oleh Dewan Pembina, Ketua Program Studi Bina Wisata, Dosen pengajar sedangkan dua Tim Asesor dari BAN-PT yaitu Dr. Yohanes Sulistyadi, M.Pd dan Surya Fajar Budiman, S.ST., M.Par. Dalam sambutannya Direktur Akparta Surakarta mengatakan bahwa akreditasi program studi merupakan suatu keharusan setiap program studi untuk pada Perguruan Tinggi untuk dievaluasi oleh Badan Akdeditasi Nasional apakah dalam penyelenggaraannya sudah sesuai dengan aturan diberlakukan oleh pemerintah khususnya Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Direktur Akparta Surakarta juga mengatakan dan mengharapkan bimbingan dari tim asesor BAN PT, supaya Akparta Surakarta bisa maju dan berkembang lebih baik dimasa yang akan dating.
Kontingen 8 Kota Ramaikan Vastenburg Carnival
SOLO - Ribuan penonton yang menyemut memadati Benteng Vastenburg mendapat hiburan pada Vastenburg Carnival, semalam. Delapan kontingen dari delapan kota menampilkan atraksi di panggung dengan mengenakan kostum karnival, kecuali dari Yogyakarta dan Bengkulu, yang lebih memilih mengenakan kostum tradisional daerah masing-masing. Pergelaran yang kali pertama diadakan itu juga dimeriahkan oleh hadirnya artis penyanyi multitalenta Endah Laras dan pelepasan seribu lampion yang diawali oleh Wali Kota Surakarta, Wakil Wali Kota Surakarta, serta anggota Muspida maupun Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Surakarta. Meski baru kali pertama digelar di salah satu venueyang kerap digunakan untuk pertunjukan budaya, animo masyarakat cukup tinggi untuk melihat bentuk kostum karnival yang diberi tema Bamboo, Its My Costume itu. Penonton tidak hanya melihat di dalam benteng, namun juga di sepanjang Jalan Jendral Sudirman mulai dari halaman Balai Kota menuju benteng. Antusias Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo sangat antusias membuka bentuk kirab sekaligus pertunjukan seni di benteng peninggalan kolonial Belanda itu. Selain berharap di tahun mendatang Vastenburg Carnival bisa lebih berkembang dan mendatangkan kontingen dari kota-kota lain dalam jumlah besar, Rudy juga disibukkan dengan menyalakan api untuk menerbangkan lampion itu ke udara. Beberapa kali dia melepas balon didampingi panitia dari Rumah Karnival Indonesia maupun Red Batik. Kontingen Kota Solo mengawali pertunjukan di panggung berkolaborasi dengan penyanyi Endah Laras. Namun sebelum model karnival naik panggung, sejumlah anak panti asuhan dan YPAC juga di atas panggung membacakan sejumlah puisi. Selesai menari diiringi lagu nostalgia Belanda, “Bunga Anggrek”, “Ayun-ayun”, dan “Nasi Goreng”, seluruh peserta berjalan menuju tembok benteng dan ikut menyaksikan atraksi dari kelompok lain. Di belakang Solo, hadir kelompok dari Kota Bengkulu. Mereka tidak mengenakan kostum karnaval, namun menampilkan sajian atraksi musik tradisional. Disusul oleh kontingen Magelang, Pekalongan, Boyolali, Yogyakarta maupun Banyumas. (sri, H73-85) #suaramerdeka.com
Mahasiswa Akparta Memperoleh Beasiswa dari Dirjen Dikti
Sebanyak 11 mahasiswa Akademi Pariwisata Widya Nusantara Surakarta mendapatkan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan Bantuan Biaya Pendidikan (BBP PPA) dari Dirjen Dikti. Dengan adanya beasiswa ini diharapkan mahasiswa/I bisa belajar lebih rajin dan tekun sehingga prestasi akademik bisa diraih. Dengan mengucapkan syukur kepada Allah bahwa setiap tahun Akademi Pariwisata Widya Nusantara Surakarta selalu mendapat alokasi beasiswa dari Dirjen Dikti. Bagi mahasiswa yang belum beruntung memperoleh beasiswa tahun ini, diharapkan mahasiswa/I bisa lebih rajin dalam kuliah sehingga bisa memperoleh nilai yang bagus sehingga tahun depan bisa diajukan untuk bisa meraih beasiswa. Insert gambar : suasana pengajuan berkas beasiswa di kopertis 6
Wayang Kulit
Wayang di Jawa berarti bayangan. Adalah salah satu cara untuk merefleksikan banyak sifat manusia. Kesenian wayang sudah ada sebelum penyebaran agama Hindu di Indonesia. Hari ini, wayang masih sering dipertontonkan sebagai perayaan religius masyarakat Jawa. Wayang kulit sudah dipertontonkan lebih dari 5 abad di Indonesia, eksistensi ini tidak bisa lepas dari masuknya agama Islam ke pulau Jawa. Salah satu Wali Songo menciptakan wayang dengan mengadopsi dari wayang beber yang lebih dulu dikenal dari jaman Hindu – Budha di Jawa. Pengenalan wayang ini sangat kuat sehingga mengakar di budaya masyarakat Jawa. Wayang juga digunakan sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam di Jawa pada waktu itu. Pertunjukan wayang seringkali digelar semalam suntuk oleh Dalang, satu-satunya orang yang memainkan wayang dan menguasai bermacam karakter wayang. Semua karakter dalam wayang dibuat dari kulit sapi, dan adalah keahlian dalang untuk merubah suara menjadi suara wanita atau pria dengan intonasi yang berbeda-beda pula, menyesuaikan karakter wayang, menyanyi bahkan bercanda yang akan membuat wayang semakin enak dilihat. Selama dimainkan, karakter wayang akan terlihat sebagai bayangan dalam layar putih yang terletak di depan Dalang. Wayang akan selalu menginspirasi budaya Indonesia dari waktu ke waktu. #Surakarta.go.id
Pelatihan Peningkatan Program Kreatifitas Mahasiswa Tahun 2014
Dalam rangka membekali para mahasiswa dan dosen pembimbing pada Perguruan Tinggi di Surakarta dan sekitarnya agar dapat menumbuhkembangkan budaya dan kualitas mahasiswa dalam berkreativitas, serta bertujuan untuk mensosialisasikan program dari Direktorat Perguruan Tinggi (Dirjen Dikti), pada hari Rabu tanggal 16 April 2014 bertempat di Universitas Islam Batik Surakarta (UNIBA) telah diselenggarakan Pelatihan Peningkatan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2014. Pelatihan diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri maupun swasta di Surakarta dan sekitarnya. Tidak ketinggalan Akademi Pariwisata Widya Nusantara Surakarta (AKPARTA SURAKARTA) juga mengikutkan 2 mahasiswa dan 1 dosen pembimbing untuk mengikuti pelatihan tersebut. Dengan menghadirkan 2 narasumber yang sangat berpengalaman dalam bidang tersebut, diantaranya adalah Prof. Jamasri dari UGM dan Dr. Darmawan Setijanto dari Dirjen Dikti acara pelatihan berlangsung dengan baik serta dapat membuka wawasan mahasiswa untuk bisa mengembangkan kreativitasnya di perguruan tinggi masing-masing. Pelatihan Peningkatan Program Kreativitas Mahasiswa ini sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa dan dosen pembinbing, sehingga setelah selesai mengikuti pelatihan ini kedepan bisa menyusun proposal yang berkualitas untuk diajukan ke kopertis wilayah 6.